Kuciptakan puisi kemerdekaan ini untuk ayahku tercinta Soejatto beliyau lahir tanggal 17 Agustus 1927 alhandulillah beliyau masih sehat waktu saya posting puisi ini.
——————————————————————–
Memerah Darahku
Tulangku rapuh kini
Kakiku patah kini
Terbaring di atas busa
Aku tak kenal kamu, dia atau siapa
Bising!!!
Ingatkah kau sebelum lahir
Aku bertempur sore dan pagi
Bukan lunak yang kuhajar, tapi tank yang beramunisi
Jasaku banyak untuk negeri ini
Sedikit yang tahu
Minim yang mengerti
Dan secuil yang menghargai
Kulitku miskin dengan hati yang kaya
Penghargaan logam tak berarti
Dimana pemuda saat ini
Please…tolong lanjutkan pertempuran ini jangan kau kotori
———————————————–
Bagus kan….”mending PD kan:) cek juga Puisi alam



