Subscribe to Puisi Romantis Subscribe to Puisi Romantis's comments

Aku tahu bahwa kamu adalah sesuatu yang tersembunyi
Begitupun hatiku yang ku sembunyikan untukmu
Tak terkira begitu banyak air mata yang menetes untukmu
Bagitupun perihnya hatiku yang tersayat karnamu
Namun, walau ka uterus menyiksaku
Takkan ku biarkan bayangmu hilang dari pikiranku

Kamu begitu indah lebih dari sekedar intan permata
Setiap hari selalu ku nantikanmu
Seperti aku menunggu sebuah jawaban
Jawaban yang mungkin tak pernah mampu kau jawab

Waktu terus bergulir
Mentari dan rembulan terus berganti
Aku yang kian memikirkanmu
Namun, kau tak pernah sekalipun memikirkanku
Hal itu yang semakin membuatku gila dan terus resah
Karna cintaku yang tak pernah sampai untukmu

Mata ini tak pernah bisa lepas memandangmu
Namun, aku hanyalah sesuatu yang tak pernah kau lihat
Seperti aku mengintip di jalan yang buntu
Melihat kau yang hanya dapat membuatku tersenyum
Namun, tak ada obat yang dapat mengobati rasa sakit ini
Kecuali kau mampu menyadari kehadiranku
Yang selalu bersedia mengisi hatimu

Kau seperti bayangan di cermin
Yang selalu dapat ku lihat, namun tak pernah dapat ku raih
Saat ku mencoba menjauh, kau lebih jauh dariku
Saat ku mendekat…
Tetap saja jemariku tak pernah dapat merengkuh tanganmu
Karna terhalang ketidaktahuanmu akan perasaanku

Aku mencoba hilangkan bayangmu
Yang selalu membuatku lengah saat memikirkanmu
Meski sebenarnya aku tak pernah mau
Membuang perasaanku yang telah terukir dalam
Jauh… jauh… di dalam lubuk hatiku

Selalu ku usap air mata ini
Namun, setiap ku hapus
Air mata ini terus jatuh membasahi relung hatiku
Karna hanya itu yang mampu mengurangi
Perihnya sakit ini sedikit demi sedikit
Doa yang bergeming hanyalah tentang dirimu
Yang selalu kuharapkan untuk kau mengerti
Karena lebih baik aku menderita di sisimu
Daripada aku harus kehilanganmu
Yang tak pernah dapat ku hapus dari jiwa dan ragaku

 

By : 4 students of SMP N 1 Salatiga

9H, 2011/2012

C-H-K-V


Leave a Reply